Tren Bisnis yang Terjadi Tahun 2021 dan Selanjutnya Part 1


Prediksi Tren Bisnis Setelah Pandemi Covid-19


Sudah setahun lebih dunia mengalami pandemi COVID-19 yang merubah tatanan kehidupan, dan dikatakan perubahan ini tidak akan kembali seperti semula, hal ini tentunya berdampak pada bisnis dan perilaku konsumen.  2021 merupakan Tahun transisi dimana banyak negara mulai memulihkan keadaan ekonomi-nya termasuk Indonesia yang sudah menunjukan kontraksi ekonomi positif dan memiliki target keluar dari resesi di kuartal ke-3 tahun 2021. Meningkatkan pergerakan masyarakat, tingkat konsumsi, serta vaksinasi ikut mempercepat pemulihan ekonomi. Meskipun begitu, kembali normal tidak berarti kita kembali ke tahun 2019 tahun dimana sebelum pandemi, normal baru ini lebih tepat disebut “era setelah perang” yang mana banyak perubahan yang terjadi. Berikut merupakan beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh para pebisnis untuk mempersiapkan perubahan yang terjadi:


Bagaimana Krisis Pandemi Covid-19 dan Pemulihan-nya Berdampak Pada Ekonomi Global dan Tren Bisnis 2021


Kembalinya Kepercayaan dan Peningkatan Konsumen

Photo by Benjamin Wong on Unsplash

Sudah setahun kehidupan kita dibatasi, akses konsumsi menjadi sulit, daya beli juga menurun. Pada masa transisi ini konsumen yang menahan konsumsinya selama setahun akan melakukan “balas dendam konsumsi” mereka akan membelanjakan uangnya pada sektor-sektor yang setahun ini sulit diakses seperti berlibur, makan diluar, mengunjungi tempat-tempat publik yang menawarkan pengalaman. 


Walaupun begitu proses pemulihan ini akan sangat bergantung pada keyakinan pelanggan. Pada negara dengan demografi yang lebih tua seperti Jepang, Italia, dan Perancis rata-rata tingkat optimisme nya akan lebih rendah dari negara yang ber demografi lebih muda seperti Indonesia dan India. Sedangkan China merupakan anomali, meskipun demografinya lebih tua tetapi tingkat keyakinannya untuk pulih kembali termasuk optimis. 


China merupakan negara pertama yang terdampak wabah Covid-19 juga merupakan negara yang pulih. Pada september 2020 industri manufaktur di China sudah mulai pulih, yang diikuti dengan tingkat belanja konsumen yang meningkat. Optimisme juga terlihat di Australia dimana konsumsi bahan bakar mulai meningkat pada kuartal ke-3 tahun 2020 dan serta peningkatan belanja naik sebesar 7.7%.


Optimisme keyakinan pelanggan ini akan berdampak pada seberapa cepat suatu negara akan pulih. Sebagai contoh masyarakat Amerika Serikat yang beraktivitas di luar rumah hanya ⅓ dari total populasinya bandingkan dengan China dimana 81% masyarakat sudah beraktivitas diluar, 49% untuk Perancis, dan 18% di Mexico. Peraturan pembatasan sosial dan tingkat vaksinasi akan ikut mempengaruhi tingkat aktivitas diluar rumah. Intinya adalah ekonomi akan mulai pulih ketika konsumen yakin untuk kembali beraktivitas secara “normal” dan tingkat optimisme ini berbeda pada setiap negara. 


Perjalanan Wisata Akan Pulih Tapi Tidak Dengan Perjalanan Bisnis

Photo by Briana Tozour on Unsplash


Masyarakat sudah setahun lebih dipaksa bertahan dirumah, mereka ingin segera berlibur dan bersenang-senang. Hal tersebut terlihat dari pola pergerakan turis lokal di China. Meskipun perjalan domestik sudah menunjukan pemulihan, perjalan internasional masih dapat dikatakan lesu karena pembatasan dan penutupan perbatasan serta akses yang masih sulit untuk masuk ke suatu negara yang dilakukan untuk mencegah dan menurunkan penyebaran Covid-19. 


Di China pada bulan Agustus 2020 terjadi peningkatan okupansi hotel dan penerbangan domestik sebesar 90% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY). Dan pada masa liburan di bulan Oktober terdapat 600 juta orang yang melakukan perjalanan darat, meningkat 80% dari tahun sebelumnya di bulan yang sama. Hal ini terjadi karena keyakinan masyarakat pada protokol dan kapasitas medis yang baik. 


Berbanding terbalik dengan perjalanan wisata, perjalanan bisnis nampaknya masih lesu. Kemajuan teknologi membuat komunikasi jarak jauh semakin mudah. Yang menjadi pertanyaan adalah kapan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan bisnis ? Video call dan berbagai macam aplikasi yang memungkinkan kerja jarak jauh, dapat menggantikan rapat dan konferensi. Berkaca pada sejarah, pemulihan perjalan bisnis memerlukan waktu lebih setelah resesi. 


Seorang manajer perjalanan bisnis memprediksi perjalanan bisnis yang dilakukan pada tahun 2021 tidak akan melebihi setengah yang terjadi pada tahun 2019. Beberapa pakar bahkan memperkirakan perjalanan bisnis tidak akan pernah kembali ke tingkatan tahun 2019.


Pada intinya perjalanan wisata didorong keinginan konsumen untuk berlibur dan bersenang-senang, semakin tinggi kemampuan finansial konsumen kecenderungan untuk bepergian akan semakin meningkat. Tapi, meskipun begitu kemajuan dan efektivitas teknologi komunikasi dan kesulitan yang dialami banyak perusahaan saat resesi ini akan mengubah pola perjalanan bisnis. 


Pandemi Covid-19 Memicu Pertumbuhan Pengusaha yang Mendorong Inovasi

Photo by Austin Distel on Unsplash

Kebutuhan untuk berinovasi di masa pandemi Covid-19 mendorong banyak perusahaan untuk melakukan digitalisasi dan beralih ke dunia digital. Semuanya menjadi online mulai dari layanan pelanggan, pengaturan rantai pasok yang menggunakan AI, dan pembelajaran mesin untuk meningkatkan operasional. Sektor kesehatan juga dipaksa untuk menjadi online seperti Halodoc dimana konsumen dapat berkonsultasi dan membeli obat secara online.  Disrupsi teknologi memberikan kesempatan pada para pengusaha, pertumbuhan ini tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Pada kuartal ke-3 tahun 2020 terdapat 1,5 Juta pengajuan perusahaan baru di Amerika Serikat, jumlah ini dua kali lipat dari tahun 2019. 


Meskipun kebanyakan dari perusahaan tersebut merupakan usaha kecil atau yang kita sebut UMKM di Indonesia, kesempatan negara untuk memiliki perusahaan-perusahaan rintisan yang besar di masa depan ikut meningkat. Pada Oktober 2020, pemerintah Perancis menerima 84 ribu pengajuan bisnis baru, tertinggi dari yang pernah ada. Begitu juga dengan negara-negara lain seperti Jerman, Britania Raya, dan Jepang.  Covid-19 memang memicu terjadi resesi yang paling memberikan dampak pada usaha kecil. Tapi, terdapat kabar baik dengan tren positif pertumbuhan jumlah bisnis yang akan ikut berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan tingkat pekerjaan yang bisa memulihkan keadaan. 


Memaksa Perusahaan Melakukan Digitalisasi Untuk Meningkatkan Produktivitas

Photo by NordWood Themes on Unsplash

Penggunaan teknologi dan digitalisasi akan terus berlanjut. Banyak perusahaan yang mengalami peningkatan kecepatan sebesar 20 sampai 25 kali untuk membangun rantai pasok, meningkatkan keamanan data, dan operasional.


Produktivitas Amerika Serikat meningkat 4,6 % pada kuartal ketiga tahun 2020, setelah peningkatan 10.6% di kuartal kedua. Peningkatan ini merupakan peningkatan (dalam 6 bulan) yang terbesar setelah tahun 1965. Di masa lalu transisi penggunaan teknologi membutuhkan waktu yang lama. Tapi Covid-19 memaksa perusahaan untuk mengadopsi teknologi dengan cepat. 


Hasil memang tidak selalu baik, tapi tantangan jangka pendek yaitu dari mengadopsi teknologi baru menjadi membangun dan melembagakan teknologi sejauh ini menunjukan hasil yang baik. Pada sektor konsumer perusahaan dapat meningkatkan bisnis digital dan model bisnis omnichannel. Pada sektor kesehatan pertemuan virtual nampaknya akan terus berlanjut. Sedangkan sektor Asuransi mempersonalisasikan pengalaman konsumen. Dan yang terpenting dalam sektor industri teknologi adalah identifikasi dan menemukan produk generasi baru. Krisis COVID-19 memaksa perusahaan untuk mengevaluasi ulang aktivitas operasional mereka dan mencari peluang untuk mengubahnya.


Sumber

Sneader, K., & Singhal, S. (2021, February 22). The next normal arrives: Trends that will define 2021—and beyond. McKinsey & Company. https://www.mckinsey.com/featured-insights/leadership/the-next-normal-arrives-trends-that-will-define-2021-and-beyond#


Baca Juga
Tren Bisnis yang Terjadi Tahun 2021 dan Selanjutnya

Part 2

Part 3

Hubungi Kami
Alamat : Jalan Beo No 38, Caturtunggal, Sleman, Yogyakarta
Email : andiglobalsoftmarketing@gmail.com
Telpon : 08562563862
Whatsapp : Hubungi Kami
Sosial Media :
Lokasi Kami
Copyright POSNESIA 2020 © All Right Reserved